About

Aangedryf deur Blogger.

Sondag 07 April 2013


Analisa SWOT Potensi Perekonomian Bangsa Indonesia
Warren Buffet mengatakan : “Pengusaha harus selalu cermat selalu lebih mengantisipasi potensi resiko ketimbang hanya melulu memikirkan  keuntungan, karena  keuntungan akan datang dengan sendirinya setelah resiko diminimalisir” Dalam kesempatan tulisan ini, saya akan mengaplikasikan teori SWOT (strength, weakness, opportunities and threat) pada perekonomian Indonesia. Saya yakin bahwa konsep tersebut banyak pelaku bisnis sudah mengetahuinya. Ditambah lagi teori ini dapat diaplikasikan pada seluruh aspek kehidupan manusia, mulai management, keluarga, organisasi bahkan dapat menganalisa potensi suatu bangsa.
Secara garis besar, teori SWOT dibagi 2 yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah kondisi yang telah kita miliki yang mana dapat dikondisikan, diatasi dengan tindakan yaitu” strength dan weakness. Sedangkan faktor eksternal adalah kondisi yang dari luar system, negara yang hanya dapat diatasi dengan antisipasi, negosiasi, perundingan yaitu “opportunities dan threat”.
Sekarang, kita mencoba analisa SWOT potensi bangsa kita ini dengan mengambil salah satu tinjauan kasus. Diketahui bersama bahwa Belanda menjajah Indonesia untuk merampas hasil rempah tanah air kita karena bangsa Indonesia terkenal dengan kekayaan hasil buminya. Tetapi di lain pihak, Indonesia sampai sekarang masih lemah dalam  infrastruktur. Dari 2 pernyataan tersebut terkesan bertentangan yang berarti mempunyai makna bahwa hasil bumi yang dihasilkan tanah air kita akan mempunyai biaya distribusi yang mahal ketika harus berhadapan dengan minimnya infrastruktur (lack of infrastructure). Akhirnya sering kita temui import komoditi hasil bumi bisa lebih murah dari pada hasil bumi lokal, seperti: kedelai, buah-buahan, sampai beras pun pernah import. Masih segar diingatan kita Indonesia jual gas ke China dengan harga  sangat murah yang menjadi harga tetap (fixed price) dalam kontrak yang berlaku sehingga akhirnya pemerintah melakukan negosiasi ulang untuk menaikkan harga penjualan gas. Ulasan di atas dapat memetakan analisa SWOT Indonesia sebagai berikut :
Strength (internal side) :kaya hasil bumi
Weakness(internal side) :minim infrastruktur
Opportunity(external side) : target market di luar negri
Threat (external side) : berubahnya harga komoditi
Mengacu pada pernyataan Warren Buffet di atas, mari kita lebih fokus pada hal-hal yang mengandung potensi resiko dengan klasifikasikan pembobotan sebagai berikut :
Berubahnya harga komoditi bobot : 4
Minim infrastruktur bobot : 3
Target market di luar negeri bobot : 2
Kaya hasil bumi bobot : 1
Pembobotan adalah skala prioritas yang harus lebih diperhatikan sebagai antisipasi resiko yang akan timbul, jadi bobot 4 harus didahulukan antisipasinya secara eksternal dan bobot 3 yang harus didahulukan penyelesaiannya dari sisi internal.
Secara eksternal , yang semestinya dilakukan bangsa Indonesia adalah mewaspadai kondisi global dari seluruh aspek baik ekonomi, pilitik, sosial dan budaya ketimbang hanya melulu melihat target market tanpa memperhatikan hal-hal yang berpotensi menimbulkan resiko. Secara internal, yang semestinya dilakukan bangsa Indonesia adalah memperbaiki infrastruktur dahulu mulai jalan lintas provinsi, pelabuhan, telekomunikasi, sarana transportasi ketimbang eksploitasi hasil bumi habis-habisan yang akhirnya juga memiliki biaya yang tinggi dalam investasi karena lemahnya infrastruktur.
Dengan demikian, bangsa Indonesia harus bisa melihat potensi perekenomian dari sisi internal dan eksternal serta mampu klasifikasikan mana yang lebih mengandung resiko dan memberikan skala prioritas dalam menyikapinya. Penulis yakin bila kita telah mampu menganalisa secara SWOT maka arah perekonomian bangsa Indonesia akan sesuai dengan harapan kita semua. Di bawah ini, mari kita aplikasikan Analisa SWOT untuk cadangan minyak Indonesia untuk menjawab tantangan industri minyak akhir-akhir ini, sebagai berikut :
Kita tidak mengerti, mengapa banyak program drilling, workover well, marginal field yang ditunda oleh body government karena alasan tidak efisien, disebabkan cost recovery nya tidak feasible. Padahal SBY-JK sudah menginstruksikan agar produksi minyak mentah harus 1 juta bopd (barrel oil per day) yang sekarang hanya dapat diproduksi 840,000 bopd. Berarti, terjadi miss link pada regulasinya, karena Arab Saudi, Malaysia, Nigeria dan Venezuela mampu mengeksplorasi minyak secara optimal dengan regulasi yang tepat, contoh : pihak asing hanya bertugas untuk mendapatkan cekungan minyak lalu dilanjutkan oleh National company seperti di Arab Saudi. Berdasarkan research, crude oil reserve Indonesia masih mempunyai cadangan sekitar 20 sampai 30 tahun bila produksi 1 juta bopd. Namun bila peran regulasi tidak optimal maka cadangan minyak Indonesia hanyalah sebagai kapasitas terpasang saja. Sungguh sayang, hanya karena salah urus seolah-olah Indonesia menjadi miskin cadangan minyak sehingga harus mengimport dalam jumlah besar kekurangannya
klasifikasi Analisa SWOT :
Strength (internal side) :cadangan minyak
Weakness(internal side) :regulasi pemerintah
Opportunity(external side) : berkembangnya teknologi
Threat (external side) : berubahnya harga komoditi
Secara sisi internal, maka tindakan prioritas yang harus ditempuh adalah bagaimana melahirkan regulasi optimal supaya produksi minyak dapat mencapai target, ketimbang hanya eksplorasi terus tanpa mengantisipasi kelayakan ekonomisnya
Dari sisi eksternal, bangsa Indonesia harus cepat menyerap teknologi perminyakan ketimbang hanya menikmati tingginya harga minyak tanpa antisipasi yang komprehensif bila harga turun .
Pemetaan analisa SWOT Negara Singapore, China dan Jepang
Singapore, China dan Jepang jua telah menerapkan SWOT analysis. Ketiga Negara ini sangat paham dengan potensi mereka sehingga akhirnya mampu Melakukan :
Strength : infrastruktur memadai
Weakness : hasil bumi atau bahan baku terbatas
Opportunity : target market di luar negri
Threat : berubahnya harga komoditi
Singapore sukses dengan industri informasi teknologi serta jasa pelayanan (pelabuhan, airport, transit gudang). Dengan pemetaan SWOT tersebut membuka mata mereka mampu melihat peluang untuk menciptakan negaranya sebagai tempat persinggahan baik barang maupun otrang dari seluruh dunia. Dengan demikan, pemerintah Singapore berani membangun infrastruktur informasi teknologi canggih, fasilitas pelabuhan skala besar, airport modern, pusat perbelanjaan lengkap. Akhirnya para pendatang yang singgah mendapatkan suatu kenyamanan ketika sedang berada di Singapore.
Jepang sukses dengan industri otomatif dan China sukses dengan industri manufaktur karena mampu melewati resiko perubahan harga barang dan jasa pada kondisi perekonomian global serta juga mampu memproduksi barang-barang industri walaupun dengan mengimport bahan baku atau hasil bumi yang tidak dimiliki.
Selanjutnya mari kita lihat latar belakang sekilas ke-3 negara Singapore, China dan Jepang dan Indonesia sebagai berikut :
1. Singapore adalah city state yang penduduknya hanya sekitar 3 juta, tidak adanya sumer daya alam, hasil bumi dan lahan yang sempit. Sehingga Singapore harus import pasir dari Indonesia untuk reklamasi pantainya. Sebelumnya juga pernah menjadi negara developing country.
2. China adalah bekas negara tirai bambu yang tidak menerima kemajuan dari barat atau Amerika. Dengan penduduknya yang lebih dari 1 milyard juga merupakan potensi terjadinya skala pemogokan besar-besaran. Di tambah lagi iklim wilayah utara China juga tidak bersahabat bisa dingin sekali atau panas yang tinggi. akan tetapi prinsip sosialis yang di anut oleh Masyarakat cina Membuat negara mereka maju dan berkembang pesat.
3. Jepang adalah negara yang pernah dibom tahun 1945 pada daerah industry Hiroshima dan Nagasaki, sempat mereka mengalami trauma yang akhirnya Jepang mengaku kalah tanpa syarat atas beberapa negara jajahannya seperti China dan Indonesia, akan tetapi saat ini indonesia masih terpuruk di dalam belenggu kemiskinan.
4. Latar belakang bangsa Indonesia adalah sebuah negara yang pernah dijajah Belanda dan Jepang lalu merdeka tahun 1945. Pernah juga mengalami pemberontakan dalam negeri gestapu PKI tahun 1965.
Jadi bila kita bandingkan dari latar belakang ke-4 negara : Indonesia, Singapore, China dan Jepang masing-masing mempunyai pengalaman pahit pada masa sebelumnya. Namun yang membedakan adalah Singapore, China dan Jepang dapat dengan jeli memilah kekuatan dan kelemahan bangsa mereka secara internal maupun eksternal. Ditambah lagi, paradigma mereka secara integral adalah memulai dari antisipasi resiko ketimbang melulu memikirkan keuntungan. Sementara Indonesia selalu terbuai dengan dengan kekayaan sumber daya alam, suburnya tanah air tetapi lupa akan perbaikan infrastruktur, pelayanan publik dan antisipasi perubahan kondisi global.
Mari kita ubah paradigma dengan mulai kita memilah kekuatan dan kelemahan secara comprehensive lalu dengan mengacu dengan konsep Warren Buffet untuk mengantisipasi resiko lebih dahulu ketimbang hanya memikirkan keuntungan semata. Dengan melihat kenyataan ini, maka bangsa Indonesia harus cepat mencontoh 3 negara tersebut. tidak perlu tunggu kapan, dan harus di mulai dari diri sendiri. Yang perlu kita ingat : Sumber daya yang kaya tidak akan berarti bila tidak dikelola dengan system yang jitu. Mari kita terus berjuang untuk pembangunan ekonomi yang berkesinambunganan.

Saterdag 06 April 2013

Gambaran Hutan Alam Kalimantan Barat Tepatnya Di Wilayah Heart Of Borneo


Hutan Alam adalah hutan yang ditumbuhi pohon-pohon secara alami dan sudah ada sejak dulu kala. Hutan alam yang dapat bertahan tanpa ada campur tangan manusia atau pun tidak terjadi eksploitasi hutan disebut hutan primer. Hutan Primer terpelihara dengan baik sering disebut Hutan Perawan atau Virgin Forest. Sedangkan hutan yang telah terdapat intervensi manusia didalamnya atau juga faktor bencana alam dapat terbentuk hutan alam sekunder. Indonesia mempunyai hutan alam yang sangat luas, tetapi semakin hari luasan hutan alam ini terus berkurang. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Indonesia kehilangan 1,6 - 2 juta hektar hutan alam setiap tahun. Hutan alam Indonesia pada umumnya ditumbuhi oleh jenis-jenis Dipterocarpaceae, yang merupakan jenis kayu yang laku di pasaran, sehingga hutan alam ini merupakan sasaran eksploitasi. Komposisi jenis penyusun hutan alam di Indonesia berbeda-beda tergantung lokasi tempat tumbuhnya hutan tersebut. Jenis-jenis pohon di hutan alam Indonesia bagian barat berbeda dengan Indonesia bagian timur walaupun ada juga jenis yang menyebar luas dari barat sampai ke timur. Ada beberapa zone tumbuhan hutan alam di Indonesia yaitu zone hutan alam bagian barat, zone hutan alam bagian timur dan zone peralihan.
Heart of Borneo (HoB) adalah inisiatif tiga negara yaitu Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia untuk mengelola kawasan hutan tropis dataran tinggi di Borneo yang didasarkan pada prinsip konservasi dan pembangunan berkelanjutan. Tujuan inisiatif HoB adalah untuk mempertahankan dan memelihara keberlanjutan manfaat salah satu kawasan hutan hujan terbaik yang masih tersisa di Borneo bagi kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang. Jantung Kalimantan adalah bagian kawasan HoB di Indonesia. Kawasan HoB memiliki 7 fungsi penting yaitu tutupan kawasan hutan, melimpahnya keanekaragaman hayati, menara air, kelerengan kawasan, penyimpan karbon, sosial-budaya dan ekowisata. Salah satu fungsi penting kawasan HoB adalah sebagai menara air, dimana 14 dari 20 sungai utama di Pulau Borneo berhulu di kawasan HoB, seperti Sungai Barito, Sungai Mahakam, Sungai Kapuas dan lainnya. Kawasan HoB memiliki kekayaan keanekaragaman hayati dimana sekitar 40–50% jenis flora dan fauna di dunia dapat dijumpai di Borneo. Dalam waktu 10 tahun terakhir ditemukan sekitar 361 spesies baru flora maupun fauna. Kawasan HoB merupakan rumah dan sumber penghidupan bagi masyarakat lokal yang sebagian besar Suku Dayak dengan beragam sosial dan budaya. Secara ekonomi, sosial dan budaya, masyarakat lokal bergantung pada hutan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, obat-obatan, sarana tempat tinggal dan adat istiadat. Dalam dekade terakhir setidaknya 1,2 juta hektar hutan di Indonesia hilang setiap tahun. Demikian juga hal ini terjadi di kawasan hutan Borneo. Hal ini disebabkan oleh kegiatan penebangan hutan secara besar-besaran dan pengalihan fungsi kawasan hutan. Saat ini hutan Borneo yang tersisa tidak lebih dari 60%, dan apabila praktik-praktik pemanfaatan yang tidak bertanggung jawab ini terus berlangsun maka keberadaan hutan akan terus berkurang. Akibatnya akan menurunkan fungsi hutan, hilangnya keanekaragaman hayati dan timbulnya bencana alam. Pengelolaan kawasan HoB secara bijak akan membantu memberi kepastian berkelanjutannya manfaat hutan di kawasan HoB bagi generasi sekarang dan mendatang.
Gambaran Hutan Gambut Yang Telah di Buka Oleh Perusahaan Industry Ekstraktif
Hutan gambut adalah hutan yang tumbuh di atas kawasan yang digenangi air dalam keadaan asam dengan pH 3,5 - 4,0. Hal itu tentunya menjadikan tanah sangat miskin hara. Menurut Indriyanto (2005), hutan gambut didefinisikan sebagai hutan yang terdapat pada daerah bergambut ialah daerah yang digenangi air tawar dalam keadaan asam dan di dalamnya terdapat penumpukan bahan ­bahan tanaman yang telah mati. Ekosistem hutan gambut merupakan suatu tipe ekosistem hutan yang cukup unik karena tumbuh di atas tumpukan bahan organik yang melimpah. Daerah gambut pada umumnya mengalami genangan air tawar secara periodik dan lahannya memiliki topografi bergelombang kecil sehingga menciptakan bagian-bagian cekungan tergenang air tawar. Arief (1994) mengemukakan bahwa gambut itu terjadi pada hutan­-hutan yang pohonnya tumbang dan tenggelam dalam lumpur yang hanya mengandung sedikit oksigen, sehingga jasad renik tanah sebagai pelaku pembusukan tidak mampu melakukan tugasnya secara baik. Akhirnya bahon-bahan organik dari pepohonan yang telah mati dan tumbang tertumpuk dan lambat laun berubah menjadi gambut yang tebalnya bisa mencapai 20 m.
Menurut Irwan (1992), gambut adalah suatu tipe tanah yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan (akar, batang, cabang, ranting, daun, dan lainnya) dan mempunyai kandungan bahan organik yang sangat tinggi. Permukaan gambut tampak seperti kerak yang berserabut, kemudian bagian dalam yang lembap berisi tumpukan sisa-sisa tumbuhan, baik itu potongan-potongan kayu besar maupun sisa-sisa tumbuhan lainnya. Anwar dkk. (1984 dalam Irwan, 1992) mengemukakan bahwa gambut dapat diklasifikasikan ke dalam dua bentuk, yaitu gambut ombrogen dan gambut topogen.

Gambut ombrogen, Bentuk gambut ini umum dijumpai dan banyak ditemukan di daerah dekat pantai dengan kedalaman gambut mencapai 20 m. Air gambut itu sangat asam dan sangat miskin hara (oligotrofik) terutama kalsium karena tidak ada zat hara yang masuk dari sumber lain, sehingga tumbuhan yang hidup pada tanah gambut ombrogen menggunakan zat hara dari gambut dan dari air hujan.Gambut topogen, Bentuk gambut seperti ini tidak sering dijumpai, biasanya terbentuk pada lekukan-lekukan tanah di pantai-pantai (di balik bukit pasir) dan di daerah pedalaman yang drainasenya terhambat. Air gambut ini bersifat agak asam dan mengandung zat hara agak banyak (mesotrofik). Tumbuhan-tumbuhan yang hidup pada tanah gambut topogen masih mendapatkan zat hara dari tanah mineral, air sungai, sisa-sisa tumbuhan, dan air hujan. Tipe ekosistem hutan gambut ini berada pada daerah yang mempunyai tipe iklim A dan B (tipe iklim menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson), pada tanah organosol yang memiliki lapisan gambut setebal lebih dari 50 cm (Santoso,1996; Direktorat Jenderal Kehutanan, 1976). Hutan gambut itu pada umumnya terletak di antara hutan rawa dan hutan hujan. Vegetasi yang menyusun ekosistem hutan gambut merupakan spesies-spesies tumbuhan yang selalu hijau (evergreen). Spesies-spesies pohon yang banyak dijumpai di dalam ekosistem hutan gambut antara lain Alstonia spp., Dyera spp., Durio carinatus, Palaquium spp., Tristania spp., Eugenia spp., Cratoxylon arborescens, Tetramerista glabra, Dactyloeladus stenostachys, Diospyros spp., dan Myristica spp. Khusus di Kalimantan dan Sumatra Selatan, pada ekosistem hutan gambut banyak dijumpai Gonystylus spp.


Gambar Bekantan Si Monyet Belanda

Bekantan, Monyet Bule dari Borneo Labai Hilir (Ketapang City)
Bekantan atau dalam Bahasa Inggris disebut dengan Proboscis Monkeys merupakan salah satu jenis primate endemik dari Kalimantan. Di pulau tersebut  jenis monyet ini dikenal juga dengan nama Monyet Belanda, Pika, Bahara Bentangan, Raseng dan Kahau. Satwa ini merupakan Maskot Propinsi Kalimantan Selatan (SK Gubernur Kalsel No. 29 Tahun 1990 tanggal 16 Januari 1990). Saat ini monyet belanda tidak hanya terdapat di Kalimantan selatan akan tetapi sudah menyebar ke Kalimantan Barat. Penyebaran satwa ini sangat terbatas dan untuk kelangsungan hidupnya memerlukan kondisi tertentu. Adapun klasifikasi ilmiah dari primate ini adalah sebagai berikut:
Kingdom          : Animalia
Phyllum           : Chordata
Subphyllum     : Vertebrata
Kelas               : Mamalia
Ordo                : Primata
Famili              : Chercopithedae
Genus             : Nasalis
Species           : Nasalis larvatus
         Ciri-ciri umum dari bekantan adalah seperti primata lainnya, hampir seluruh bagian tubuhnya ditutupi oleh rambut (bulu), kepala, leher, punggung dan bahunya berwarna coklat kekuning-kuningan sampai coklat kemerah-merahan, kadang-kadang coklat tua. Dada, perut dan ekor berwarna putih abu-abu dan putih kekuning-kuningan. Adpun ciri khas yang menjadi identitas monyet ini adalah hidung yang besar dan panjang, yang hanya ditemui pada primate jenis ini..Oleh karena itu monyet ini juga disebut monyet Belanda. Terdapat perbedaan antara bekantan jantan dan betina. Bekantan jantan memiliki rambut pipi bagian belakang berwarna kemerah-merahan, bentuk hidung lebih mancung sedangkan bekantan betina mempunyai rambut pipi bagian belakang berwarna kekuning-kuningan, bentuk hidung lebih kecil. Bekantan betina memiliki masa kehamilan 166 hari atau 5-6 bulan dan hanya melahirkan 1 (satu) ekor anak. Setelah berumur 4-5 tahun sudah dianggap dewasa. Bekantan hidup berkelompok/sub kelompok. Masing-masing kelompok dipimpin oleh seekor Bekantan jantan yang besar dan kuat. Biasanya dalam satu kelompok berjumlah sekitar 10 sampai 20 ekor.
Gambar daging  Bekantan hasil buruan
Satwa ini secara alami hanya ditemukan di daerah Kalimantan Selatan. Akan tetapi saat ini bekantan sudah masuk kekawasan kalimantan barat tepatnya di desa Labai Hilir kecamatan simpang Hulu Kabupaten Ketapang. Habitat alaminya berada di pinggiran hutan dekat sungai, hutan rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan bakau dan kadang-kadang sampai jauh masuk daerah pedalaman. Sumber pakan utama bekantan adalah daun-daunan dari pohon rambai/pedada (Sonneratia alba), ketiau (Genus motleyana), beringin (Ficus sp), lenggadai (Braguiera parviflora), piai (Acrostiolum aureum), dan lain-lain. Bekantan merupakan jenis monyet yang pandai berenang bahkan dapat menyelam selama 30-40 detik. Hal ini berkaitan dengan habitatnya yang sebagian besar berda pada rawa-rawa dan hutan bakau. Pada siang hari Bekantan menyenangi tempat yang agak gelap/teduh untuk beristirahat. Menjelang sore hari, kembali ke pinggiran sungai untuk makan dan memilih tempat tidur.
Populasi bekantan saat ini mulai terancam punah. populasinya di alam saat ini diduga tak lebih dari 7000 ekor, padahal pada tahun 1987 jumlahnya lebih dari 250 ribu ekor. Berkurang banyak sekali., Hal itu terjadi karena semakin berkurangnya habitat atau tempat hidup yang menjadi rumah sekaligus penyedia pakan mereka. Hutan di Kalimantan semakin berkurang dan mereka semakin terdesak oleh aktivitas manusia bahkan Perusahaan yang melakukan Land-Clering. Menurut pengakuan salah satu masyarakat yang memburu bekantan, bahwa daging bekantan memiliki khasiat tersendiri. Khasiat dari daging bekantan, dapat menyembuhkan penyakit getar-getar pada sendi lutut, menjadi obat kuat pada pria, menyembuhkan pegalinu pada pinggang, dan banyak lagi. Pemerintah perlu memberikan arahan atas pandangan masyarakat bagaimana saat ini Bekantan dilanda Kepunahan sehingga tidak ada lagi perburuan satwa langka ini. Usaha pelestarian bekantan telah dimulai sejak zaman Belanda. Hal ini dibuktikan dengan upaya perlindungan dengan menetapkan bekantan sebagai satwa dilindungi pada Ordonansi Perlindungan Binatang Liar Tahun 1931. Status satwa dilindungi ini kemudian diperkuat dalam Surat Keputusan Menteri Kehutanan RI No. 301/Kpts-II/1991 dan UU No. 5 th. 1990. Berdasarkan data IUCN bekantan dikategorikan dalam status genting dan Appendix I menurut CITES. Meskipun telah dilindungi oleh peraturan nasional maupun intenasional, populasi bekantan semakin terncam apabila manusia tidak menjaga keseimbangan alam yang menjadi tempat monyet ini hidup.

Gambar ini di ambil, di sebuah desa yang bernama Labai Hilir Kec.Simpang 2 Kab.Ketapang Kalimantan Barat. terlihat ada seekor Orangutan didalam sebuah sangkar sedang memegang Kantong plastik bekas bungkusan makanan. orangutan ini terlihat sedih dan sangat kelaparan sehingga bungkusan itu dia pikir adalah makanan. Dapatkah dia menahan kesedihannya. kehilangan komplotan keluarga, memang sangat berat, terlihat dari wajahnya yang cemberut merintih memandangi kantong plastik tersebut. dapat di bayangkan betapa sedihnya orangutan tersebut, ketika harus hidup di dalam sebuah kurungan, tanpa pernah merasakan lagi bagaimana kehidupan hidup di hutan luas, yang penuh warna warni kehidupan didalam kelompok, kebahagiaan, suka cita, di lalui bersama-sama keluarganya. Orangutan pada hakikatnya, juga memiliki perasaan yang hampir sama dengan manusia dan volume otak mereka juga hampir sama menyerupai manusia serta orangutan juga memiliki keluarga didalam habitat mereka. Nah bicara soal habitat, habitat mereka selalu menjadi ancama perburuan kawanan manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab. Ditembak, dipukul sampai mati, di jerat, disiksa, sangat menyedihkan. Saya berfikir apakah orangutan tidak layak hidup bebas? apakah orangutan tidak layak hidup di alam bebas? apakah benar orangutan adalah hama bagi manusia? Apakah orangutan memang hewan yang layak di pelihara sedangkan populasi orangutan sudah sangat sedikit. Saya sangat sedih ketika melihat orangutan yang sangat malang ini.pernahkah kita berfikir ketika kita di jauhi dari orang-orang yang kita sayangi dan kita dikurung, didalam kurungan yang sangat sempit? Andaikan orangutan dapat melawan dan berbicara maka dia akan melawan serta berkata aku punya ibu, ayah, adik, dan aku punya anak yang ahrus ku bimbing hingga dia besar dan dapat bertahan hidup di alam bebas. Nah,  pada dasarnya mereka ingin hidup bebas bermain bersama teman-teman, keluarganya, dan menikmati udara segar di alam bebas. Mungkin ini sepenggal cerita perasaan sedih saya ketika melihat orangutan yang merintih dan menangis, dengan mata yang berkaca-kaca dengan Air Mata.

Site search

    Blogger news

    Blogroll

    About