About

Aangedryf deur Blogger.

Saterdag 06 April 2013

Gambaran Hutan Alam Kalimantan Barat Tepatnya Di Wilayah Heart Of Borneo


Hutan Alam adalah hutan yang ditumbuhi pohon-pohon secara alami dan sudah ada sejak dulu kala. Hutan alam yang dapat bertahan tanpa ada campur tangan manusia atau pun tidak terjadi eksploitasi hutan disebut hutan primer. Hutan Primer terpelihara dengan baik sering disebut Hutan Perawan atau Virgin Forest. Sedangkan hutan yang telah terdapat intervensi manusia didalamnya atau juga faktor bencana alam dapat terbentuk hutan alam sekunder. Indonesia mempunyai hutan alam yang sangat luas, tetapi semakin hari luasan hutan alam ini terus berkurang. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Indonesia kehilangan 1,6 - 2 juta hektar hutan alam setiap tahun. Hutan alam Indonesia pada umumnya ditumbuhi oleh jenis-jenis Dipterocarpaceae, yang merupakan jenis kayu yang laku di pasaran, sehingga hutan alam ini merupakan sasaran eksploitasi. Komposisi jenis penyusun hutan alam di Indonesia berbeda-beda tergantung lokasi tempat tumbuhnya hutan tersebut. Jenis-jenis pohon di hutan alam Indonesia bagian barat berbeda dengan Indonesia bagian timur walaupun ada juga jenis yang menyebar luas dari barat sampai ke timur. Ada beberapa zone tumbuhan hutan alam di Indonesia yaitu zone hutan alam bagian barat, zone hutan alam bagian timur dan zone peralihan.
Heart of Borneo (HoB) adalah inisiatif tiga negara yaitu Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia untuk mengelola kawasan hutan tropis dataran tinggi di Borneo yang didasarkan pada prinsip konservasi dan pembangunan berkelanjutan. Tujuan inisiatif HoB adalah untuk mempertahankan dan memelihara keberlanjutan manfaat salah satu kawasan hutan hujan terbaik yang masih tersisa di Borneo bagi kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang. Jantung Kalimantan adalah bagian kawasan HoB di Indonesia. Kawasan HoB memiliki 7 fungsi penting yaitu tutupan kawasan hutan, melimpahnya keanekaragaman hayati, menara air, kelerengan kawasan, penyimpan karbon, sosial-budaya dan ekowisata. Salah satu fungsi penting kawasan HoB adalah sebagai menara air, dimana 14 dari 20 sungai utama di Pulau Borneo berhulu di kawasan HoB, seperti Sungai Barito, Sungai Mahakam, Sungai Kapuas dan lainnya. Kawasan HoB memiliki kekayaan keanekaragaman hayati dimana sekitar 40–50% jenis flora dan fauna di dunia dapat dijumpai di Borneo. Dalam waktu 10 tahun terakhir ditemukan sekitar 361 spesies baru flora maupun fauna. Kawasan HoB merupakan rumah dan sumber penghidupan bagi masyarakat lokal yang sebagian besar Suku Dayak dengan beragam sosial dan budaya. Secara ekonomi, sosial dan budaya, masyarakat lokal bergantung pada hutan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, obat-obatan, sarana tempat tinggal dan adat istiadat. Dalam dekade terakhir setidaknya 1,2 juta hektar hutan di Indonesia hilang setiap tahun. Demikian juga hal ini terjadi di kawasan hutan Borneo. Hal ini disebabkan oleh kegiatan penebangan hutan secara besar-besaran dan pengalihan fungsi kawasan hutan. Saat ini hutan Borneo yang tersisa tidak lebih dari 60%, dan apabila praktik-praktik pemanfaatan yang tidak bertanggung jawab ini terus berlangsun maka keberadaan hutan akan terus berkurang. Akibatnya akan menurunkan fungsi hutan, hilangnya keanekaragaman hayati dan timbulnya bencana alam. Pengelolaan kawasan HoB secara bijak akan membantu memberi kepastian berkelanjutannya manfaat hutan di kawasan HoB bagi generasi sekarang dan mendatang.
Gambaran Hutan Gambut Yang Telah di Buka Oleh Perusahaan Industry Ekstraktif
Hutan gambut adalah hutan yang tumbuh di atas kawasan yang digenangi air dalam keadaan asam dengan pH 3,5 - 4,0. Hal itu tentunya menjadikan tanah sangat miskin hara. Menurut Indriyanto (2005), hutan gambut didefinisikan sebagai hutan yang terdapat pada daerah bergambut ialah daerah yang digenangi air tawar dalam keadaan asam dan di dalamnya terdapat penumpukan bahan ­bahan tanaman yang telah mati. Ekosistem hutan gambut merupakan suatu tipe ekosistem hutan yang cukup unik karena tumbuh di atas tumpukan bahan organik yang melimpah. Daerah gambut pada umumnya mengalami genangan air tawar secara periodik dan lahannya memiliki topografi bergelombang kecil sehingga menciptakan bagian-bagian cekungan tergenang air tawar. Arief (1994) mengemukakan bahwa gambut itu terjadi pada hutan­-hutan yang pohonnya tumbang dan tenggelam dalam lumpur yang hanya mengandung sedikit oksigen, sehingga jasad renik tanah sebagai pelaku pembusukan tidak mampu melakukan tugasnya secara baik. Akhirnya bahon-bahan organik dari pepohonan yang telah mati dan tumbang tertumpuk dan lambat laun berubah menjadi gambut yang tebalnya bisa mencapai 20 m.
Menurut Irwan (1992), gambut adalah suatu tipe tanah yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan (akar, batang, cabang, ranting, daun, dan lainnya) dan mempunyai kandungan bahan organik yang sangat tinggi. Permukaan gambut tampak seperti kerak yang berserabut, kemudian bagian dalam yang lembap berisi tumpukan sisa-sisa tumbuhan, baik itu potongan-potongan kayu besar maupun sisa-sisa tumbuhan lainnya. Anwar dkk. (1984 dalam Irwan, 1992) mengemukakan bahwa gambut dapat diklasifikasikan ke dalam dua bentuk, yaitu gambut ombrogen dan gambut topogen.

Gambut ombrogen, Bentuk gambut ini umum dijumpai dan banyak ditemukan di daerah dekat pantai dengan kedalaman gambut mencapai 20 m. Air gambut itu sangat asam dan sangat miskin hara (oligotrofik) terutama kalsium karena tidak ada zat hara yang masuk dari sumber lain, sehingga tumbuhan yang hidup pada tanah gambut ombrogen menggunakan zat hara dari gambut dan dari air hujan.Gambut topogen, Bentuk gambut seperti ini tidak sering dijumpai, biasanya terbentuk pada lekukan-lekukan tanah di pantai-pantai (di balik bukit pasir) dan di daerah pedalaman yang drainasenya terhambat. Air gambut ini bersifat agak asam dan mengandung zat hara agak banyak (mesotrofik). Tumbuhan-tumbuhan yang hidup pada tanah gambut topogen masih mendapatkan zat hara dari tanah mineral, air sungai, sisa-sisa tumbuhan, dan air hujan. Tipe ekosistem hutan gambut ini berada pada daerah yang mempunyai tipe iklim A dan B (tipe iklim menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson), pada tanah organosol yang memiliki lapisan gambut setebal lebih dari 50 cm (Santoso,1996; Direktorat Jenderal Kehutanan, 1976). Hutan gambut itu pada umumnya terletak di antara hutan rawa dan hutan hujan. Vegetasi yang menyusun ekosistem hutan gambut merupakan spesies-spesies tumbuhan yang selalu hijau (evergreen). Spesies-spesies pohon yang banyak dijumpai di dalam ekosistem hutan gambut antara lain Alstonia spp., Dyera spp., Durio carinatus, Palaquium spp., Tristania spp., Eugenia spp., Cratoxylon arborescens, Tetramerista glabra, Dactyloeladus stenostachys, Diospyros spp., dan Myristica spp. Khusus di Kalimantan dan Sumatra Selatan, pada ekosistem hutan gambut banyak dijumpai Gonystylus spp.


Gambar Bekantan Si Monyet Belanda

Bekantan, Monyet Bule dari Borneo Labai Hilir (Ketapang City)
Bekantan atau dalam Bahasa Inggris disebut dengan Proboscis Monkeys merupakan salah satu jenis primate endemik dari Kalimantan. Di pulau tersebut  jenis monyet ini dikenal juga dengan nama Monyet Belanda, Pika, Bahara Bentangan, Raseng dan Kahau. Satwa ini merupakan Maskot Propinsi Kalimantan Selatan (SK Gubernur Kalsel No. 29 Tahun 1990 tanggal 16 Januari 1990). Saat ini monyet belanda tidak hanya terdapat di Kalimantan selatan akan tetapi sudah menyebar ke Kalimantan Barat. Penyebaran satwa ini sangat terbatas dan untuk kelangsungan hidupnya memerlukan kondisi tertentu. Adapun klasifikasi ilmiah dari primate ini adalah sebagai berikut:
Kingdom          : Animalia
Phyllum           : Chordata
Subphyllum     : Vertebrata
Kelas               : Mamalia
Ordo                : Primata
Famili              : Chercopithedae
Genus             : Nasalis
Species           : Nasalis larvatus
         Ciri-ciri umum dari bekantan adalah seperti primata lainnya, hampir seluruh bagian tubuhnya ditutupi oleh rambut (bulu), kepala, leher, punggung dan bahunya berwarna coklat kekuning-kuningan sampai coklat kemerah-merahan, kadang-kadang coklat tua. Dada, perut dan ekor berwarna putih abu-abu dan putih kekuning-kuningan. Adpun ciri khas yang menjadi identitas monyet ini adalah hidung yang besar dan panjang, yang hanya ditemui pada primate jenis ini..Oleh karena itu monyet ini juga disebut monyet Belanda. Terdapat perbedaan antara bekantan jantan dan betina. Bekantan jantan memiliki rambut pipi bagian belakang berwarna kemerah-merahan, bentuk hidung lebih mancung sedangkan bekantan betina mempunyai rambut pipi bagian belakang berwarna kekuning-kuningan, bentuk hidung lebih kecil. Bekantan betina memiliki masa kehamilan 166 hari atau 5-6 bulan dan hanya melahirkan 1 (satu) ekor anak. Setelah berumur 4-5 tahun sudah dianggap dewasa. Bekantan hidup berkelompok/sub kelompok. Masing-masing kelompok dipimpin oleh seekor Bekantan jantan yang besar dan kuat. Biasanya dalam satu kelompok berjumlah sekitar 10 sampai 20 ekor.
Gambar daging  Bekantan hasil buruan
Satwa ini secara alami hanya ditemukan di daerah Kalimantan Selatan. Akan tetapi saat ini bekantan sudah masuk kekawasan kalimantan barat tepatnya di desa Labai Hilir kecamatan simpang Hulu Kabupaten Ketapang. Habitat alaminya berada di pinggiran hutan dekat sungai, hutan rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan bakau dan kadang-kadang sampai jauh masuk daerah pedalaman. Sumber pakan utama bekantan adalah daun-daunan dari pohon rambai/pedada (Sonneratia alba), ketiau (Genus motleyana), beringin (Ficus sp), lenggadai (Braguiera parviflora), piai (Acrostiolum aureum), dan lain-lain. Bekantan merupakan jenis monyet yang pandai berenang bahkan dapat menyelam selama 30-40 detik. Hal ini berkaitan dengan habitatnya yang sebagian besar berda pada rawa-rawa dan hutan bakau. Pada siang hari Bekantan menyenangi tempat yang agak gelap/teduh untuk beristirahat. Menjelang sore hari, kembali ke pinggiran sungai untuk makan dan memilih tempat tidur.
Populasi bekantan saat ini mulai terancam punah. populasinya di alam saat ini diduga tak lebih dari 7000 ekor, padahal pada tahun 1987 jumlahnya lebih dari 250 ribu ekor. Berkurang banyak sekali., Hal itu terjadi karena semakin berkurangnya habitat atau tempat hidup yang menjadi rumah sekaligus penyedia pakan mereka. Hutan di Kalimantan semakin berkurang dan mereka semakin terdesak oleh aktivitas manusia bahkan Perusahaan yang melakukan Land-Clering. Menurut pengakuan salah satu masyarakat yang memburu bekantan, bahwa daging bekantan memiliki khasiat tersendiri. Khasiat dari daging bekantan, dapat menyembuhkan penyakit getar-getar pada sendi lutut, menjadi obat kuat pada pria, menyembuhkan pegalinu pada pinggang, dan banyak lagi. Pemerintah perlu memberikan arahan atas pandangan masyarakat bagaimana saat ini Bekantan dilanda Kepunahan sehingga tidak ada lagi perburuan satwa langka ini. Usaha pelestarian bekantan telah dimulai sejak zaman Belanda. Hal ini dibuktikan dengan upaya perlindungan dengan menetapkan bekantan sebagai satwa dilindungi pada Ordonansi Perlindungan Binatang Liar Tahun 1931. Status satwa dilindungi ini kemudian diperkuat dalam Surat Keputusan Menteri Kehutanan RI No. 301/Kpts-II/1991 dan UU No. 5 th. 1990. Berdasarkan data IUCN bekantan dikategorikan dalam status genting dan Appendix I menurut CITES. Meskipun telah dilindungi oleh peraturan nasional maupun intenasional, populasi bekantan semakin terncam apabila manusia tidak menjaga keseimbangan alam yang menjadi tempat monyet ini hidup.

Gambar ini di ambil, di sebuah desa yang bernama Labai Hilir Kec.Simpang 2 Kab.Ketapang Kalimantan Barat. terlihat ada seekor Orangutan didalam sebuah sangkar sedang memegang Kantong plastik bekas bungkusan makanan. orangutan ini terlihat sedih dan sangat kelaparan sehingga bungkusan itu dia pikir adalah makanan. Dapatkah dia menahan kesedihannya. kehilangan komplotan keluarga, memang sangat berat, terlihat dari wajahnya yang cemberut merintih memandangi kantong plastik tersebut. dapat di bayangkan betapa sedihnya orangutan tersebut, ketika harus hidup di dalam sebuah kurungan, tanpa pernah merasakan lagi bagaimana kehidupan hidup di hutan luas, yang penuh warna warni kehidupan didalam kelompok, kebahagiaan, suka cita, di lalui bersama-sama keluarganya. Orangutan pada hakikatnya, juga memiliki perasaan yang hampir sama dengan manusia dan volume otak mereka juga hampir sama menyerupai manusia serta orangutan juga memiliki keluarga didalam habitat mereka. Nah bicara soal habitat, habitat mereka selalu menjadi ancama perburuan kawanan manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab. Ditembak, dipukul sampai mati, di jerat, disiksa, sangat menyedihkan. Saya berfikir apakah orangutan tidak layak hidup bebas? apakah orangutan tidak layak hidup di alam bebas? apakah benar orangutan adalah hama bagi manusia? Apakah orangutan memang hewan yang layak di pelihara sedangkan populasi orangutan sudah sangat sedikit. Saya sangat sedih ketika melihat orangutan yang sangat malang ini.pernahkah kita berfikir ketika kita di jauhi dari orang-orang yang kita sayangi dan kita dikurung, didalam kurungan yang sangat sempit? Andaikan orangutan dapat melawan dan berbicara maka dia akan melawan serta berkata aku punya ibu, ayah, adik, dan aku punya anak yang ahrus ku bimbing hingga dia besar dan dapat bertahan hidup di alam bebas. Nah,  pada dasarnya mereka ingin hidup bebas bermain bersama teman-teman, keluarganya, dan menikmati udara segar di alam bebas. Mungkin ini sepenggal cerita perasaan sedih saya ketika melihat orangutan yang merintih dan menangis, dengan mata yang berkaca-kaca dengan Air Mata.

Site search

    Blogger news

    Blogroll

    About